Laksana pecah menanti sebab; retak menanti belah.
— sesuatu yang menanti akan binasa/kemusnahan
Pantun nasihat berkait nukilan saudari ninotaziz kali ini menghalusi lagi keunikkan dan keindahan Pantun Melayu yang di tulis dengan penuh gaya sebuah penceritaan dirungkai dalam tiga bahasa.
Keunikkan Pantun Melayu
Jika di hayati Pantoum "World Lie Broken" berikut adalah terjemahan terus maksud dari pantun melayu. Sebaliknya pantun Melayu "Tempayan Pecah" di susun rapi dengan bicara halus yang tersirat membawa berbagai maksud dan persoalan (metafora). Yang mana mungkin, tidak mudah di replikasi dan terjemahkan ke bahasa-bahasa lain semanis bait bahasa Melayu.
Dimana, dari pembayang pantun sahaja secara tidak langsung menggambarkan suasana dan sentimen yang ingin di ketengahkan dengan indah, sinis dan padat.
Keindahan Pantun Melayu
Dari perbezaan ini dengan jelas melambangkan betapa kayanya bahasa Melayu yang diwarisi. Nilai kesantunan dan keindahan bahasa Melayu menjadi kepentingan dan semestinya juga merupakan ciri-ciri yang unik dalam berpantun. Dengan berpantun, pengajaran serta nilai-nilai murni ditekankan dan dapat kita kongsi bersama.
Pantun Nasihat, Tempayan Pecah 2010 — ninotaziz
- Tempayan pecah di legar taman,
- Di tengah panas, di siram hujan;
- Ancaman dunia, wahai teman,
- Bertambah kancah, bertambah bentan.
- Suku kata: 10-10-9-10, Pangkal: an-an-an-an, Tengah: ah-ah-ia-ah
- — ninotaziz
- Di tengah panas, disiram hujan,
- Sudah bersepai zaman berzaman;
- Bertambah kancah, bertambah bentan,
- Hingga di belai jiwa budiman.
- Suku kata: 10-10-10-10, Pangkal: an-an-an-an, Tengah: as-ai-ab-ai
- — ninotaziz














